Breaking News

Tua Bukan Masalah

Zlatan Ibrahimovic (foto: tangkapan layar Youtube)

Oleh: Endro Yuwanto *)

Usia tua tak selamanya menghalangi performa pesepak bola top Eropa untuk unjuk kemampuan. Dua bintang gaek yang berkompetisi di Serie A Liga Italia pada awal tahun 2020 ini sudah membuktikannya.

Pada Sabtu, 11 Januari 2020, Zlatan Ibrahimovic menasbihkan diri berada di belakang Paolo Maldini dan Filippo Inzaghi dalam daftar pencetak gol tertua AC Milan.  Striker veteran asal Swedia itu menyumbang satu gol saat Milan membungkan tuan rumah Cagliari dengan skor 2-0 di Sardegna Arena.

Ibrahimovic mencetak gol tersebut dalam usia 38 tahun 100 hari. Angka itu menjadikan Ibrahimovic sebagai pencetak gol tertua kelima AC Milan.

Adapun pencetak gol paling tua AC Milan adalah Alessandro Costacurta. Mantan bek tengah itu sudah berusia 41 tahun 25 hari ketika mencetak gol ke gawang Udinese dalam laga kandang terakhirnya bersama Milan pada 19 Mei 2007. Costacurta juga tercatat sebagai pencetak gol paling tua sepanjang sejarah Serie A.

Empat hari sebelumnya atau pada 7 Januari 2020, Cristiano Ronaldo juga menciptakan sejarah baru di Serie A seusai mencetak tiga gol alias hattrick untuk Juventus saat meladeni Cagliari di Stadion Allianz. Ronaldo menjadi pemain pertama asal Portugal yang mampu mencetak hattrick dalam sejarah Liga Italia. Tidak hanya itu, pemain yang bulan depan menginjak usia 35 tahun itu juga berhasil mencetak hattrick di kompetisi kasta teratas Italia, Inggris, dan Spanyol.

Ibra dan Ronaldo tak sendiri, masih ada sejumlah pesepak bola yang tetap berprestasi pada usia tua atau bahkan senja. Salvador Reyes sudah berusia 71 tahun saat tampil bersama klub Meksiko kebanggaannya, Chivas Guadalajara, pada 2008. Reyes memang hanya memiliki kesempatan beberapa detik saja setelah peluit panjang tanda permainan dimulai. Kabarnya, kesempatan tersebut sengaja diberikan petinggi tim sebagai bentuk penghormatan khusus kepada sang legenda.

Kiper asal Israel Isaak Hayik atau Yehuda memecahkan rekor dunia sebagai pemain tertua yang masih aktif sebagai pesepak bola profesional saat tampil membela Maccabi Ramat Gan pada 5 April 2019 lalu. Saat itu, pria keturunan Irak itu telah menginjak usia 74 tahun, yang secara resmi masuk dalam Guinness World Record.

Pemain yang juga mencatatkan rekor tertua adalah kiper tim nasional Mesir Essam El-Hadary. Essam menjadi kiper tertua sepanjang masa yang tampil di Piala Dunia ketika Mesir berhadapan dengan Arab Saudi, Juni 2018 tahun lalu.

Essam saat itu berusia 45 tahun 161 hari. Ia mengalahkan rekor yang dipegang oleh kiper Kolombia Faryd Mondragon, yang tampil di Piala Dunia 2014. Mondragon saat itu berusia 43 tahun lebih tiga hari saat tampil melawan Jepang.

Neil McBain adalah manajer klub New Brighton. Ia dipaksa menjadi kiper dadakan kala klubnya melawan Hartepol United setalah kiper andalannya dihantam cedera. Momen bersejarah tersebut terjadi pada 15 April 1947. Saat itu, Neil McBain berusia 51 tahun 120 hari. McBain merupakan seorang pemain sayap kala masih aktif berkarier di dunia sepak bola.

Kazuyoshi Miura merupakan pesepak bola asal Jepang yang tetap aktif meski sudah berusia 52 tahun. Miura kembali memperpanjang kontraknya bersama klub Yokohama FC di J-League 2, pada tahun 2019. Itu berarti ia menjadi pesepak bola tertua asal Jepang yang masih aktif berkarier di dunia sepak bola.

Sudah menjadi rahasia umum, permainan sepak bola membutuhkan pemain dengan kondisi prima. Tak heran, pelatih Manchester United (MU) saat ini, Ole Gunnar Solskjaer, ngotot membawa misi regenerasi dalam skuatnya musim ini. Solskjaer memberi kesempatan lebih pada pemain muda untuk unjuk kemampuan.

Solskjaer tentu tak salah. Elemen terpenting dalam semua olahraga adalah fisik yang prima. Sudah menjadi rahasia umum apabila seorang atlet bertambah usia, maka akan berkurang kemampuan fisiknya. Jadi, terlalu berlebihan apabila mengharapkan pemain di atas 35 tahun berlari secepat pemain usia 20 tahunan.

Belum lagi soal regenerasi dan kebutuhan taktik. Setiap musim kompetisi pasti ada pemain baru di sebuah klub entah dari transfer atau jebolan akademi. Keberadaan pemain ini pun pasti secara tidak langsung akan menggusur pemain tua ke bangku cadangan sehingga tidak menjadi pilihan utama lagi.

Faktor-faktor itu dan juga tekanan mental dari suporter, klub, keluarga, serta lingkungannya menjadi alasan mengapa pemain memutuskan untuk pensiun dari jagad sepak bola ketika sudah berusia di atas 30 tahun. Masih ada lagi faktor finansial yang biasanya berasal dari kebijakan klub. Apalagi di Eropa yang biasanya tidak tertarik lagi dengan performa pemain usia tua karena tidak bisa optimal lagi menjaga ritme permainan.

Klub sepak bola papan atas Eropa diyakini akan kesulitan di masa depan jika terlalu menggantungkan harapan pada pemain berusia tua. Meski demikian, sekali lagi, usia tua tak selamanya menghalangi pesepak bola top Eropa untuk beraksi.

Pengecualian bisa berlaku pada pemain-pemain yang mampu menjaga stamina dan pola hidupnya dengan baik sehingga masih bisa tampil konsisten, meski sudah berusia kepala tiga. Yang teranyar bisa dilihat pada sosok seperti Ronaldo, Ibrahimovic, dan juga bintang Barcelona Lionel Messi yang berusia 32 tahun. Penikmat sepak bola masih bisa melihat konsistensi permainan dari para bintang yang sudah memasuki usia senja untuk ukuran pesepak bola itu.

*) Dimuat di www.republika.co.id, Senin, 23 Januari 2020

Tidak ada komentar