Breaking News

Keinginan




gagang telepon ini turut mengeja kata-kata dari bibirmu
keinginan pertautan mengalir deras dalam perbedaan 
menyesakkan dada ketika perjumpaan dalam mata
menebarkan rindu bila kaki berusaha meninggalkanmu

tapi beban selalu menghimpit tatkala pikiran berlayar
menentang angin-angin yang berhembus kencang merobek layar
dan mematahkan tiang-tiangnya hingga menggores pelan jantungku
darah segar tumpah dari sayatannya memeriahkan warna samudera

aku belum lelah terbang menggapai lewat mata dan tuturmu
menggali dalam sumur bening bola matamu
mengais-ngais senyum dari bibir yang sering membisu 
sungguh lebih baik aku menghancurkan diri sendiri
apalagi bila sampai menyakitimu dengan segenap cintaku

Jakarta, 5 Oktober 1996

Tidak ada komentar